Kerajinan tangan Besi Putih berasal dari pulau Morotai. Kerajinan tangan
ini dihasilkan dengan memanfaatkan sisa-sisa perlengkapan tempur PD. II
yang banyak terdapat di sana. Biasanya sisa-sisa perlengkapan tempur itu
diolah menjadi kalung, cincin, gelang, pisau komando dan beragam jenis
lainnya. Besi Putih berbahan dasar besi putih yang mengandung unsur
logam mulia sebesar 0,8 persen sehingga tidak mudah berkarat.
Besi putih memang sudah menjadi maskot tersendiri untuk wilayah morotai,
morotai yang dulunya menjadi pusat perang dunia ke 2, ini menjadikan
morotai banyak ditinggali barang sisa-sisa peperangan, baik berupa
pesawat perang, mobil perang, panser, serta barang-barang lainnya.
Barang-barang peninggalan sisa-sisa peperangan tersebut sebagian
berbahan mentah besi putih, dan ini dijadikan sebagai salah satu bahan
dasar mata pencaharian bagi beberapa masyarakat di morotai.
Beberapa masyarakat morotai memilikii mata pencaharian sebgai pengrajin
perhiasan yang berasal dari besi putih. Salah satu yang terkenal adalah
pengrajin besi putih marimoi. Ini juga menjadi salah satu pengrajin di
daruba morotai. Salah satu pengrajin adalah bapak Ikram Paturoh, dia
berusia 31 tahun, kegiatan sebagai pengrajin yang dia tekuni adalah
sebagai warisan turunan keahlian yang diwariskan oleh keluarganya, dia
generasi ke lima dalam memajukan usaha pengrajin perhiasan besi putih
ini. Awal cerita usaha kerajinan besi putih ini hanya mengerjakan
pemesanan berupa alat-alat masak, atau alat dapur lainnya, pada tahun
1978 usaha ini berkembang untuk memajukan dan menambah kerajinan dengan
membuat perhiasan seperti gelang, cincin, dan kalung. Dalam sanggar
pengrajin yang dimiliki oleh bapak ikram ini dijadikan pula sebagai
sanggar latihan atau sanggar belajar oleh pengrajin-pengrajin baru untuk
dapat membuatg perhiasan dari besi putih. Hingga saat ini kerajinan
tersebut terus berjalan bahan-bahan diperoleh dari penjual besi-besi
putih hasil sisa peperangan yang diperoleh dari dasar laut, berupa
tempat penyimpanan peluru, ataupun alat lainnya yang memang berbahan
besi putih. Kemajuan zaman menjadikan usaha yang dilakukan oleh pa ikram
harus menjadi lebih kreatif, kini beliau juga merambah untuk membuat
aksesoris lainnya, berupa pembuatan samurai dan sawalaku.
Sumber : http://halmaherautara.com, http://travel.detik.com



